FESTIVAL SEWU KITIRAN 2014

_DSC0796_2

Global Culture Institute (GCI)–sebagai gugus kerja budaya dosen dan mahasiswa UGM–semakin mengembangkan model pengabdian budayanya. Jika selama ini GCI identik dengan wisata desa Candran-Kebonagung, maka mulai tahun 2014, GCI merambah wilayah yang lebih kaya atraksi wsiatanya.

Tidak terlalu jauh dari Kebonagung, GCI menjalin kerjasama dengan tiga dusun di tepi Sungai Oyo untuk menyelenggarakan Festival Sewu Kitiran–dengan tema “budaya untuk kemandirian pariwisata”. Ketiga dusun yang berada di bilangan Kelurahan Sriharjo–masih di kecamatan Imogiri Bantul juga, Yogyakarta–berjejer dari timur ke barat: Kedungmiri, Sompok, dan Pengkol.

Selama ini, ketiga dusun tersebut, sebenarnya cukup dikenal di kalangan wisatawan lokal–meski tak urung kami temui wisatawan asing berseliweran di sana. Daya tarik utama kawasan tepi Sungai Oyo ini adalah sungai, jembatan gantung, sawah terasering, dan bukit-bukit karangnya yang menantang untuk dijelajahi. Namun, kekayaan atraksi alam tersebut tidak tersampaikan dengan semestinya kepada para calon pengunjung. Meski pula pemerintah Kabupaten Bantul terlanjur mendeklarasikan kawasan di bilangan Sriharjo ini sebagai destinasi wisata alam.

Untuk membantu masyarakat ketiga dusun membangun cita-citanya–banyak wisatawan datang dan pendapatan tambahan mulai bermunculan–GCI beserta Program Studi Bahasa Prancis, Program Studi Bahasa Jepang, dan Program Studi Bahasa Mandarin serta masyarakat ketiga dusun itu, sepakat untuk menggelar FESTIVAL SEWU KITIRAN 2014. Ketiga program studi tadi adalah program-program diploma bahasa yang bernaung di bawah Sekolah Vokasi UGM.

Sejatinya, festival ini adalah pengembangan manajemen budaya wisata desa yang dikembangkan GCI di laboratorium budayanya. Penerapan yang dilakukan GCI di kawasan Wisata Oyo ini bermuara kepada kemandirian masyarakat dalam mengembangkan kesejahteraan. Dasar pemikiran inilah yang menjadi uraian kegiatan Festival Sewu Kitiran 2014. Bahwa Festival Sewu Kitiran sebagai brand desa diperkaya dengan festival memasak thiwul, festival gejog lesung, dan lomba fotografi. Dan goal festival kemandirian ini adalah lokakarya pengembangan wisata desa yang diselenggarakan pada tanggal 11 Oktober 2014. Tentu, peserta lokakarya adalah mereka yang tercatat sebagai penduduk tetap di ketiga kawasan itu.

Ringkasnya, Festival Sewu Kitiran 2014 ini diselenggarakan pada tanggal 11 s.d 12 Oktober 2014, dan lokasinya di ketiga dusun tersebut. (muslikh)

 _DSC0341Pemandangan bukit terasering Kedungmiri yang  akan berhiaskan ratusan kitiran bambumulai 3 Oktober 2014 nanti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s