Budaya dan Marketing Internasional

?????

  1. Perbedaan atawa Keberagaman Budaya Marketing Internasional 1.1 Perbedaan pendekatan-pendekatan budaya Pendekatan Antropologis Pendekatan Sosiologis Pendekatan Psikologis 1.3 Memahami, Mengkomunikasikan, Mengelola Memahami konsumen asing Memahami mitra kerja Berkomunikasi dalam perbedaan budaya Mengelola hubungan antarbudaya Situasi-situasi negosiasi kontrak Situasi konflik dan model resolusinya 1. Perbedaan atawa Keberagaman Budaya Marketing Internasional

Dulu,  manajemen perusahaan hampir selalu disibukkan oleh mesin, uang, dan pasar. Dan hal ini masih selalu terbuka untuk dinyatakan benar. Tetapi, dewasa ini, sebagai konsekuensi mondialisasi, manajemen diversitas menjadi aturan main mayor di seluruh irisan manajemen. Diversitas budaya (baca: multikulturalisme) dan pentingnya relasi-relasi antarbudaya terejawantahkan secara terbuka di semua sektor aktivitas marketing internasional. Beberapa ranah kritis manajemen antarbudaya manajemean kelompok multikultural dan proyek-proyek di luar negeri permaslahan ekspatriat kekuatan perdagangan internasional negosiasi kontrak-kontrak kontrak-kontrak perdagangan kontrak-kontrak representasi komunikasi iklan manajemen sumber daya manusia dan diversitas budaya manajemen relasi bisnis di luar negeri dan relasi konsumen

  • KEBUDAYAAN: SEJUMLAH KEBERSAMAAN DINAMIKA NILAI, PERILAKU UNTUK MEMPELAJARI KEPERCAYAAN, PENGETAHUAN, DAN PENGALAMANAN KHUSUS SUATU LINGKUNGAN DENGAN SEJARAHNYA, BAHASANYA, KARAKTERISTIK FISIK YANG KHAS (iklim dan geografisnya) ORGANISASI SOSIAL DAN AGAMANYA.

Unsur-unsur budaya itu mengantarkan kepada kode-kode yang menggerakkan hubungan antara individu dengan kehidupan sosial pada umumnya, dan hubungan bisnis pada khususnya. Karakter-karakternya yang khas berbeda menandainya akan spesifitasnya dan identitasnya yang berbeda satu budaya dengan budaya lainnya. Pada satu kelompok budaya atau dari satu negeri ke negeri lainnya, perbedaan sosiobudayanya dan kebiasaan-kebiasaan bisnisnya sama sekali berbeda—untuk memutuskan bahwa rencana marketingnya juga kudu berbeda. Jadi, ringkasnya begini saja–bahwa catatan di atas mendasari satu teori adaptasi marketing intrenasional. Pada titik ekstrem tertentu, sebuah perusahaan bisa saja menghindari pasar-pasar tertentu yang budayanya begitu jauh dari budaya perusahaannya. (bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s